4 Momen Ikonik Cristiano Ronaldo, Salah Satunya Pernah Merusak Akhir Karir Sir Alex

4 Momen Ikonik Cristiano Ronaldo, Salah Satunya Pernah Merusak Akhir Karir Sir Alex Ada sebagian moment ikonik didalam karir peraih lima trofi Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo. Salah satunya adalah waktu dirinya memberikan pil pahit pada tahun terakhir Sir Alex Ferguson mendampingi Manchester United.

Ronaldo memulai karir profesionalnya pada tahun 2002, tepat waktu dirinya sukses menembus skuat Sporting Lisbon. Kala itu ia tetap berusia amat belia, 16 tahun.

Sekarang pria berkebangsaan Portugal selanjutnya sudah Daftar IDN Poker berumur 35 tahun. Itu artinya, ia sudah berkecimpung di dunia sepak bola sepanjang 19 tahun. Jelas dirinya dulu merasakan beraneka moment penting.

Berikut adalah empat moment mutlak yang dulu dilewati Ronaldo didalam karirnya. Salah satunya adalah waktu ia mengubur impian Sir Alex Ferguson yang mengidamkan menutup karir kepelatihannya dengan trofi Liga Champions.

Ronaldo dikenal ulung didalam mengeksekusi tendangan bebas, yang entah mengapa tidak dulu nampak kembali sepanjang di Juventus. Momen ikonik pada dirinya dan tendangan bebas terjadi di laga kontra Portsmouth.

Saat itu, Ronaldo tetap berseragam Manchester United. Ia mendapatkan peluang laksanakan tendangan bebas sejauh 30 yards. Kemudian, Ronaldo mengambil ancang-ancang yang cukup jauh dari bola.

Ia membidik pojok gawang Portsmouth yang dikawal David James. Bola disepak sekeras mungkin dengan kaki kanan, berputar di udara, dan menghujam gawang sampai menyebabkan David James diam tak berdaya.

Manchester United menjadi unggul 2-0 setelah Ronaldo melesakkan bola ke gawang Portsmouth. Pada akhirnya, mereka sukses mendapatkan tiga poin mutlak didalam perburuan gelar.

Sir Alex Ferguson adalah sosok yang mendapatkan berlian didalam diri Ronaldo, dan mengasahnya sampai menjadi pemain layaknya sekarang. Namun siapa yang menyangka terkecuali Ronaldo adalah perusak tahun terakhir Fergie di dunia kepelatihan?

Pada tahun 2009, Ronaldo meninggalkan Manchester United dan berhimpun dengan Real Madrid. Kemudian, tahun 2013, ia kembali menginjakkan kaki di Old Trafford sebagai lawan the Red Devils.

Pertemuan itu terjadi didalam pentas Liga Champions, tepatnya di leg ke dua perempat final. Manchester United sempat berada di atas angin sebab sukses mengantongi gol tandang pada pertemuan sebelumnya.

Situasinya kian beruntung bagi the Red Devils. Pada menit ke-48, Sergio Ramos mencetak gol bunuh diri. Tapi pada akhirnya, mereka perlu terima kekalahan setelah Luka Modric dan Ronaldo kompak membobol gawang David De Gea didalam rentang waktu tiga menit saja.

Ronaldo, yang mencetak gol penentu, menampik merayakan golnya. Meskipun ia memahami betapa berartinya gol selanjutnya untuk Los Merengues.

Real Madrid mempunyai ambisi yang sempat terpendam sejak lama. Ya, mereka mengidamkan ‘La Decima’ dari ajang Liga Champions.

‘La Decima’ berasal dari bhs Spanyol yang berarti ke-10. Real Madrid sudah mengantongi trofi ke-9 dari ajang Liga Champions sejak tahun 2002. Namun belum dulu meraihnya kembali sampai musim 2013/14.

Ronaldo amat menggila pada musim itu. Ia sukses mengantongi total 17 gol hanya dari 13 tampilan saja. Pada babak final kontra Atletico Madrid, Ronaldo sukses mengeksekusi penalti di menit akhir babak perpanjangan waktu dan menyebabkan Los Merengues menang 4-1.

Pada tahun 2018 lalu, Ronaldo menyebabkan publik terperanjat dengan ubah ke Juventus. Nilai transfernya waktu itu meraih 105 juta pounds, dan menjadikannya sebagai pemain termahal di Italia sampai sekarang.

Ronaldo sudah menyatakan gejala mengidamkan hengkang usai membantu Real Madrid mengalahkan Liverpool didalam partai puncak Liga Champions. Ia sukses merengkuh gelar ke-4 di pentas tersebut.

Awalnya, Ronaldo dikabarkan dapat kembali ke pelukan Manchester United. Namun pada bulan Juli, ia nampak tiba di Turin peranan laksanakan tes medis dan selesaikan kepindahannya ke Juventus.

Pada musim perdananya, Ronaldo sukses mempersembahkan trofi Serie A kepada Bianconeri. Membuatnya menjadi pemain pertama yang sukses meraih gelar di Italia, Spanyol, dan Inggris.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*