Organisasi Buruh Dunia Minta Jokowi Lindungi Pekerja saat New Normal

Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyoroti rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan kembali membuka perekonomian lewat skenario new normal.

Dalam kasus ini, perlindungan pekerja dinilai menjadi hal yang mendesak agar mereka dapat aman dari serangan wabah virus corona (Covid-19) jilid berikutnya.

Direktur ILO untuk Indonesia Michiko Miyamoto mengatakan, saat ini kurang dari 40 persen perusahaan yang melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pegawainya sebelum bekerja. Sementara lebih dari 30 persen usaha tidak dapat memastikan jarak fisik yang memadai diantara para pekerjanya.

“Hingga pengobatan dan vaksinasi tersedia, pencegahan penyebaran Covid-19 dan perlindungan pekerja dari infeksi di tempat kerja menjadi permasalahan penting. Panduan yang jelas menjadi krusial,” serunya dalam pesan tertulis kepada Liputan6.com, Senin (18/5/2020).

Dalam sebuah penelitian yang ILO lakukan, terungkap bahwa sekitar 90 persen perusahaan di Indonesia kini mengalami masalah keuangan. Kondisi tersebut disebut membuat perusahaan membutuhkan dukungan mendesak dari pemerintah dalam arus kas agar dapat bertahan.

Selanjutnya, sekitar 63 persen perusahaan yang disurvei telah mengurangi jumlah buruh, dan banyak perusahaan lainnya berencana melakukan hal yang sama.

Michiko Miyamoto melaporkan, apabila situasi ini lalu terjalin, sedangkan industri tidak sanggup bertahan tanpa sokongan mencukupi, itu hendak bawa akibat berkepanjangan kepada pasar kegiatan Tanah Air.

” Karenanya, kita menerangkan perlunya paket dorongan ekonomi yang terfokus pada upaya kecil serta menengah, akses kepada kas serta finansial waktu pendek, dan sokongan kepada usaha wiraswasta buat mengadaptasi bentuk serta pembedahan upaya di era melindungi jarak sosial ini lewat kenaikan keahlian daring mereka,” desaknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*