Rahasia Sukses Jordan Henderson Menjelma Menjadi Figur Penting di Liverpool

Jordan Henderson jadi wujud berarti di balik kegagahan Liverpool dalam sebagian masa belum lama. Si kapten membeberkan rahasia yang buatnya senantiasa kuat dari tahun ke tahun.

Laki- laki berkebangsaan Inggris itu dapat dibilang pemeran yang sangat loyal bila dibanding dengan pemeran Liverpool lain dikala ini. Gimana tidak, beliau tidak sempat beranjak dari Anfield semenjak berasosiasi pada tahun 2011 dahulu.

Beliau telah sempat merasakan gimana pedihnya kekalahan sehabis disalip dari pucuk klasemen menjelang minggu akhir Premier League tahun 2014 kemudian. Di mana Steven Gerrard melaksanakan kelakuan tergelincir dalam peperangan anti Chelsea.

Hingga Liverpool jadi pemenang Aliansi Champions, Luar biasa Cup Eropa, Piala Bumi Antarklub serta Premier League baru- baru ini juga, Henderson sedang menemani. Darah Henderson telah terlanjur merah.

Henderson ialah bagian dari masa- masa suram the Reds, serta pula bagian dari era kesuksesannya. Bangun dari ingatan kurang baik tidaklah suatu yang dapat dicoba oleh banyak orang. Tetapi Henderson meyakinkan dirinya dapat.

Kritik senantiasa mendapati serta berupaya membuat Henderson jatuh. Tetapi, tidak terdapat satupun dari komentar- komentar pedas itu yang buatnya terperosok.

” Kamu menguasai kritikan bagaikan bagian serta parsel di bumi sepak bola, tetapi sewaktu sedang belia, susah rasanya buat menanganinya jika kamu tidak terbiasa dengan itu,” ucap Henderson pada Daily Mail.

” Di klub besar semacam Liverpool, tingkat ekspektasinya dapat mempengaruhi kamu. Saat ini aku lebih memandang kritikan bagaikan pangkal daya buat mendesak aku maju,” lanjutnya.

Janganlah Sempat Puas

Pemeran Liverpool Jordan Henderson mengangkut beker Aliansi Inggris berakhir berkompetisi melawan Chelsea di Anfield Ambang, Liverpool, Inggris, Rabu( 22 atau 7 atau 2020). Penyerahan beker Aliansi Inggris pada Liverpool diselenggarakan tanpa pemirsa sebab endemi COVID- 19.

Biarpun telah tiba umur 30 tahun, tetapi Henderson belum ingin menyudahi buat meningkatkan dirinya jadi pemeran yang lebih bagus. Beliau tidak hendak menyudahi hingga pekerjaan sepakbolanya menyudahi.

” Aku takkan sempat menyudahi buat jadi lebih bagus. Itu merupakan suatu yang senantiasa aku jalani hingga menyudahi main sepak bola. Itu merupakan bagian besar dari hidup,” tambahnya.

” Kamu hendak hadapi kemunduran dan memperoleh kritikan, tetapi seluruhnya cuma pertanyaan bereaksi pada suasana itu. Maanfaatkan itu bagaikan tenaga serta dorongan buat bangun jadi lebih kokoh serta bertumbuh,” pungkasnya.

Liverpool hendak menempuh minggu terakhir Premier League masa ini pada hari Minggu( 26 atau 7 atau 2020), dengan Newcastle bagaikan lawannya. Sayangnya Henderson tidak dapat turut dan karena lagi hadapi luka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*